Pojokkatanews.com - Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sambas, Sehan A. Rahman, S.H., menegaskan perlunya penanganan serius dan berkelanjutan terhadap kondisi abrasi yang terus menggerus kawasan Jembatan Matang Danau, Kecamatan Paloh.
Abrasi akibat pasang air laut dan hantaman ombak besar tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan dan berpotensi mengancam keselamatan serta aktivitas masyarakat setempat.
Menurut Sehan, Jembatan Matang Danau memiliki peran vital sebagai akses utama lalu lintas masyarakat, sekaligus penopang roda kehidupan sosial dan ekonomi di wilayah pesisir Paloh.
“Itu perlu ditangani secara serius dan berkelanjutan, karena jembatan tersebut merupakan akses lalu lintas masyarakat serta mendukung roda kehidupan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas penting lainnya,” tegas Sehan.
Ia menjelaskan bahwa abrasi yang terjadi bukanlah persoalan baru. Setiap tahun, kawasan pantai di sekitar Jembatan Matang Danau terus mengalami pengikisan akibat pasang air laut, gelombang tinggi, serta angin kencang yang kerap terjadi pada periode akhir hingga awal tahun.
“Abrasi yang dipicu oleh gelombang laut tinggi dan angin kencang ini hampir terjadi setiap tahun. Dampaknya semakin terasa karena garis pantai terus mundur dan infrastruktur di sekitarnya semakin terancam,” ujarnya.
Sehan menilai, penanganan abrasi di kawasan tersebut membutuhkan perencanaan jangka panjang dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Selain itu, dukungan anggaran yang memadai juga menjadi faktor penting agar solusi yang dihasilkan benar-benar efektif dan berkelanjutan.
“Diperlukan penanganan jangka panjang dengan perencanaan yang matang serta dukungan anggaran yang cukup. Penanganan abrasi ini idealnya menggunakan APBN karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” jelasnya.
Ia pun berharap pada tahun 2026 ini terdapat realisasi pembangunan tanggul penahan abrasi di kawasan Pantai Matang Danau. Harapan tersebut bukan tanpa dasar, mengingat sebelumnya lokasi tersebut telah mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.
“Mudah-mudahan pada tahun 2026 ini ada realisasi pembangunan tanggul abrasi, apalagi sebelumnya lokasi ini sudah pernah ditinjau langsung oleh staf khusus dari kementerian terkait,” tambah Sehan.
Lebih lanjut, Sehan menegaskan bahwa abrasi yang terus berlangsung tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jika tidak segera ditangani, risiko kerusakan infrastruktur akan semakin besar dan berpotensi mengganggu aktivitas serta keselamatan masyarakat.
“Harapan kita bersama, pada tahun 2026 ini pembangunan tanggul abrasi benar-benar bisa direalisasikan demi keselamatan masyarakat dan keberlanjutan infrastruktur di wilayah pesisir Paloh,” harapnya.
Selain pembangunan tanggul, Sehan juga mendorong pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk menindaklanjuti pembangunan penahan ombak sebagai langkah tambahan dalam mengurangi dampak abrasi di kawasan Pantai Matang Danau.
“Kemudian juga pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai dapat menindaklanjuti pembangunan penahan ombak di kawasan Pantai Matang Danau,” tutupnya. (Run)
.jpg)
0 Komentar