Pojokkatanews.com - Pemerintah Kabupaten Sambas kembali memanfaatkan ajang nasional untuk memperkenalkan potensi daerahnya. Kali ini, Sambas ikut serta dalam Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2025 yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.
Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., hadir langsung bersama Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP PKK, Hj. Yunisa, S.Pd., M.A.P.. Dalam kesempatan itu, Satono juga menjadi narasumber dalam program podcast Apkasi Talk yang ditayangkan TV One. Ia menegaskan bahwa pertanian masih menjadi kekuatan utama perekonomian Sambas.
“Menurut data BPS 2024, produksi beras Sambas mencapai 140.010 ton. Angka ini menempatkan Sambas sebagai daerah penghasil beras terbesar di Kalbar sekaligus penyumbang penting bagi ketahanan pangan nasional,” ungkap Satono yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Perekonomian Apkasi.
Tak hanya padi, Satono turut memperkenalkan produk unggulan lain seperti jeruk, kelapa, dan buah naga. Ia menekankan perlunya mendorong hilirisasi agar petani mendapat nilai tambah serta bisa bersaing di pasar lebih luas. Ia juga menyoroti posisi strategis PLBN Aruk sebagai pintu perdagangan lintas negara.
“Aruk bukan hanya jalur keluar masuk orang, tapi juga bisa kita jadikan pusat distribusi produk lokal ke negara tetangga. Ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Sambas, Hj. Yunisa, menekankan peran kader PKK dalam mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga. Menurutnya, UMKM dan produk lokal Sambas, termasuk kerajinan tangan dan olahan pangan, harus terus didorong agar mampu menembus pasar lebih luas.
“Kami terus mendorong kader PKK untuk berinovasi menghasilkan produk kreatif. Melalui Dekranasda, produk tersebut kita bantu pasarkan sehingga bisa menambah pendapatan keluarga,” jelas Yunisa.
AOE 2025 yang dibuka Presiden RI Prabowo Subianto ini menjadi panggung bagi Sambas untuk memamerkan produk pertanian, perkebunan, kerajinan, hingga tenun khas daerah. Kehadiran Sambas diharapkan dapat memperluas jejaring investasi sekaligus memperkuat branding daerah di tingkat nasional. (Red)
0 Komentar