Sambas Surplus Padi, Petani Didorong Kuasai Teknologi Hingga Bangun Branding Sendiri

 



Pojokkatanews.com - Pemerintah Kabupaten Sambas terus mendorong peningkatan kapasitas petani dalam pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat rantai nilai pertanian.

Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani dalam Penggunaan Alsintan untuk Mendukung Rantai Nilai.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sambas, Nia Kaniawati Ratna Dewi, mengatakan produksi padi Sambas saat ini mengalami surplus dan berpotensi memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lumbung padi Kalimantan Barat.

“Produksi padi di Kabupaten Sambas saat ini mengalami surplus. Ini menjadi potensi besar bagi Sambas sebagai lumbung pangan atau lumbung padi di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Menurut Nia, pelatihan yang dilaksanakan BRMP menjadi kesempatan bagi petani untuk meningkatkan keterampilan menggunakan teknologi pertanian sehingga produksi dapat meningkat atau setidaknya dipertahankan.

Dari sisi penyerapan, gabah Sambas oleh Perum BULOG saat ini mencapai sekitar 80–90 persen. Kualitas gabah dengan kadar air sekitar 13–14 persen turut menjadi salah satu faktor pendukung.

Bahkan, BULOG optimistis Sambas memiliki peluang menghasilkan beras premium.

Ke depan, Pemkab Sambas ingin hasil pertanian tidak hanya dijual sebagai gabah, tetapi memiliki branding beras Sambas dengan dukungan alat dan mesin produksi sendiri.

“Kita berharap ke depan gabah atau beras dari Sambas bisa memiliki branding sendiri, dengan alat dan mesin produksi sendiri, sehingga rantai dari produksi hingga ke konsumen tidak perlu terlalu panjang,” Pungkasnya. (Bil)

Posting Komentar

0 Komentar