Pojokkatanews.com - Upaya mengejar target Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Kabupaten Sambas terus diperkuat. Evaluasi capaian Agustus sekaligus persiapan target September 2026 dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan jajaran pertanian dan penyuluh se-Kabupaten Sambas beberapa waktu lalu.
Forum ini menjadi ajang untuk mengevaluasi capaian tanam selama Agustus sekaligus menyusun langkah percepatan menghadapi target pada September mendatang.
Selain membahas capaian, peserta juga mengidentifikasi berbagai persoalan yang masih ditemukan di lapangan. Mulai dari potensi lahan, kesiapan petani, pelaksanaan tanam hingga kendala teknis dan administrasi yang dapat memengaruhi pencapaian target.
Ketua Tim Kerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Sambas, Anshari, S.Pt., menekankan agar para penyuluh tidak hanya aktif melakukan pendampingan kepada petani, tetapi juga disiplin dalam menyampaikan laporan perkembangan kegiatan.
“Penyuluh pertanian harus selalu siap dan disiplin dalam melaksanakan tugas. Selain turun dan mendampingi petani di lapangan, pelaporan juga harus dikerjakan dengan cepat dan tepat sesuai arahan pimpinan,” tegas Anshari.
Menurutnya, laporan dari lapangan memiliki peran penting dalam pengawalan program. Data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan kegiatan sekaligus menentukan langkah yang perlu dilakukan ketika ditemukan kendala.
Karena itu, penyuluh diminta tidak menunda pelaporan. Kecepatan menyampaikan informasi dinilai penting agar setiap persoalan yang muncul dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
Dalam evaluasi tersebut, LTT padi menjadi salah satu perhatian utama. Capaian Agustus dicermati untuk mengetahui sejauh mana realisasi tanam telah berjalan, sekaligus memetakan potensi yang masih dapat dimaksimalkan pada September 2026.
Penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam pengawalan target tersebut. Mereka berada langsung di wilayah kerja masing-masing untuk memastikan kegiatan tanam berjalan serta perkembangan di lapangan dapat terpantau secara berkala.
Penguatan koordinasi juga dilakukan antara penyuluh, koordinator penyuluh, Tim Kerja CWS Penyuluhan Pertanian Kabupaten Sambas serta perangkat teknis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas.
Kegiatan tersebut diikuti unsur Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Tim Kerja CWS, Koordinator Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Sambas serta Penyuluh Pertanian WKPP se-Kabupaten Sambas.
Melalui forum tersebut, seluruh jajaran diharapkan memiliki pemahaman yang sama terhadap target dan strategi pengawalan program pertanian, khususnya dalam meningkatkan capaian LTT padi.
Tak hanya mengejar angka, evaluasi juga diarahkan pada kondisi nyata di lapangan. Setiap potensi dan kendala diharapkan dapat dipetakan sehingga langkah penyelesaian bisa dilakukan lebih cepat.
Anshari menilai profesionalisme penyuluh sangat dibutuhkan di tengah percepatan berbagai program pertanian. Penyuluh dituntut mampu bergerak cepat, merespons arahan dan memastikan tugas di lapangan maupun pelaporan dapat diselesaikan tepat waktu.
Dengan koordinasi yang semakin kuat, capaian LTT padi pada September 2026 diharapkan dapat ditingkatkan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan sektor pertanian Kabupaten Sambas terhadap agenda swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional. (Nab)

0 Komentar