Pojokkatanews.com - Kegiatan Sekolah Lapang di Desa Singa Raya, Kecamatan Semparuk menunjukkan hasil positif. Panen padi di lahan Sekolah Lapang Sahabat Lumpur yang dimotori Brigade Pangan tersebut mencatat produktivitas mencapai 6,518 ton per hektare.
Tanaman padi yang dipanen menggunakan varietas Inpari/Infago 13 Fortiz, sesuai penyebutan varietas di lapangan.
Panen tersebut menjadi bagian dari pembelajaran langsung bagi petani dalam melihat hasil penerapan teknologi dan inovasi budidaya tanaman padi. Melalui Sekolah Lapang, petani tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat mempraktikkan sekaligus mengevaluasi hasil budidaya langsung di lahan.
Kegiatan panen turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Pertanian. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sambas diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan, M. Safaat.
M. Safaat mengatakan, Sekolah Lapang memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas petani, khususnya dalam menerapkan teknologi budidaya yang lebih efektif dan efisien.
Menurutnya, produktivitas 6,518 ton per hektare menjadi gambaran bahwa penerapan teknologi yang tepat, disertai pendampingan dan kolaborasi antara petani, penyuluh dan Brigade Pangan, dapat memberikan hasil yang baik.
“Melalui Sekolah Lapang, petani dapat belajar langsung dari proses budidaya hingga panen. Hasil yang dicapai ini tentu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi padi,” ujar M. Safaat.
Ia berharap keberadaan Brigade Pangan dapat semakin memperkuat kegiatan pertanian di tingkat lapangan. Menurutnya, Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam mendorong modernisasi pertanian serta membantu petani dalam menerapkan teknologi dan mekanisasi sesuai kebutuhan.
Selain menjadi ajang pembelajaran, panen tersebut juga menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai aspek budidaya. Mulai dari penggunaan varietas, teknik budidaya, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga pengelolaan tanaman selama musim tanam.
“Hasil dari Sekolah Lapang ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi petani lainnya. Kita ingin pengalaman yang diperoleh di sini dapat diterapkan dan dikembangkan di lahan-lahan petani lainnya,” jelasnya.
Dinas Pertanian Kabupaten Sambas, lanjutnya, akan terus mendorong peningkatan produktivitas tanaman pangan melalui penguatan pendampingan, pemanfaatan teknologi pertanian dan sinergi dengan berbagai pihak. (Nab)

0 Komentar