Pojokkatanews.com – Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumindag) bersama Kementerian Perindustrian RI mendorong lahirnya wirausaha baru melalui penguatan keterampilan dan pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru (WUB) IKM yang berlangsung selama tiga hari, 20-22 September 2026, di Hotel Pantura Jaya, Kabupaten Sambas.
Kegiatan tersebut menyasar dua bidang, yakni WUB IKM Kue Kering dan Bakeri serta WUB IKM Olahan Ikan.
Kepala Dinas Kumindag Kabupaten Sambas, Hermanto, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengolah potensi pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi.
“Melalui kegiatan ini kita ingin mendorong tumbuhnya wirausaha-wirausaha baru yang memiliki keterampilan, baik dalam produksi maupun dalam mengelola usahanya,” kata Hermanto.
Selain praktik produksi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan usaha, termasuk perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Materi tersebut penting agar calon pelaku usaha mampu menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual secara tepat.
Pada pelatihan kue kering dan bakeri, peserta mempraktikkan pembuatan donat, roti manis hingga kue kering. Sementara peserta bidang olahan ikan belajar mengolah hasil perikanan menjadi produk seperti dimsum, abon, bakso dan nugget ikan.
Kementerian Perindustrian juga menghadirkan instruktur dari Malang, Jawa Timur, untuk memberikan pembekalan dan praktik kepada para peserta.
Hermanto berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan peningkatan keterampilan, tetapi dapat mendorong peserta mulai merintis usaha secara mandiri.
“Kita berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini benar-benar diterapkan, sehingga peserta bisa menjadi wirausaha baru dan mampu meningkatkan perekonomian keluarganya,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan IKM berbasis potensi lokal memiliki peluang besar untuk memperkuat ekonomi daerah. Produk pangan masyarakat dinilai dapat memiliki pasar lebih luas apabila didukung kualitas produk, kemasan, penetapan harga dan strategi pemasaran yang baik.
“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan melahirkan pelaku-pelaku IKM baru yang mampu berkembang secara berkelanjutan,” pungkas Hermanto. (Run)

0 Komentar