Hadapi Kemarau, Penyuluh Pertanian Jawai Kenalkan Proning Tanaman Padi

Pojokkatanews.com - Menghadapi musim kemarau dengan keterbatasan ketersediaan air, petani terus mencari cara untuk menjaga pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi. Salah satu upaya yang diterapkan di tingkat lahan adalah proning tanaman padi.

Proning merupakan tindakan pemangkasan atau pengaturan bagian tertentu pada tanaman dengan tujuan mengendalikan pertumbuhan dan menyesuaikannya dengan kondisi lingkungan.

Di Kecamatan Jawai, penerapan proning dilakukan Darma Irawan, Penyuluh Pertanian Kecamatan Jawai, pada lahan demplot miliknya.

Menurut Darma, proning dapat diterapkan pada kondisi tertentu, termasuk ketika tanaman mengalami gangguan yang menyebabkan pertumbuhannya tidak seragam. Dalam kondisi tersebut, proning dilakukan untuk membantu mengatur kembali pertumbuhan tanaman.

“Tanaman padi terkena serangan tikus. Untuk membuat pertumbuhannya seragam kembali, maka dilakukan proning. Dengan demikian, diharapkan pertumbuhan tanaman menjadi lebih seragam,” ujar Darma.

Ia menjelaskan, penerapan proning harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi tanaman, umur tanaman dan ketersediaan air di lahan. Pemangkasan bukan sekadar mengurangi bagian tanaman, tetapi harus diarahkan untuk mengendalikan pertumbuhan agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien.

Dalam kondisi kemarau, pengurangan sebagian biomassa tanaman diharapkan dapat membantu menekan kehilangan air melalui transpirasi. Pengaturan tajuk juga dapat membantu memperbaiki sirkulasi udara dan penetrasi cahaya ke dalam kanopi tanaman.

Namun, Darma mengingatkan proning bukan tanpa risiko. Pemangkasan yang berlebihan justru dapat mengurangi luas daun yang dibutuhkan tanaman untuk melakukan fotosintesis.

Jika luas daun terlalu banyak berkurang, kemampuan tanaman menghasilkan dan mengakumulasi fotosintat untuk pembentukan serta pengisian bulir juga dapat terganggu.

“Proning harus dilakukan secara hati-hati, tidak berlebihan, dan disesuaikan dengan kondisi tanaman serta lingkungan setempat,” jelasnya.

Menurut Darma, waktu pelaksanaan juga menjadi faktor penting. Proning pada fase pertumbuhan yang tidak tepat berpotensi menimbulkan stres tambahan bagi tanaman, terutama ketika tanaman sudah menghadapi tekanan akibat kekurangan air.

“Karena itu, proning tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya solusi dalam menghadapi kemarau. Pengelolaan air, pemilihan varietas yang sesuai, pengaturan waktu tanam, pemupukan berimbang serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) tetap menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas padi,” Pungkasnya. (Nab)


Posting Komentar

0 Komentar