Bawaslu Sambas Edukasi Mahasiswa Baru, Dorong Pemilih Muda Cerdas dan Kritis

Pojokkatanews.com - Mahasiswa baru dinilai memiliki posisi penting dalam membangun kualitas demokrasi di masa mendatang. Karena itu, pemahaman mengenai kepemiluan dan pengawasan partisipatif dinilai perlu diberikan sejak dini kepada generasi muda.

Hal tersebut menjadi bagian dari materi yang disampaikan Bawaslu Kabupaten Sambas dalam kegiatan yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan Agrobisnis (Himaja) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menguatkan Karakter Mahasiswa Baru melalui Pengembangan Pola Pikir Inovatif, Sikap Adaptif, dan Semangat Kolaboratif untuk Menciptakan Generasi Agrobisnis yang Berdampak.”

Dalam kegiatan itu, Bawaslu Kabupaten Sambas memberikan edukasi kepemiluan kepada mahasiswa baru. Materi yang diberikan mencakup penanganan pelanggaran pemilu serta pemahaman mengenai posisi mahasiswa sebagai pemilih pemula.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sambas, Yesi Mayasanti, S.Pd., M.E., menyampaikan materi terkait penanganan pelanggaran pemilu. Mahasiswa diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk pelanggaran sekaligus pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga integritas proses pemilu.

“Mahasiswa memiliki posisi yang strategis sebagai bagian dari masyarakat dan generasi muda. Karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memahami kepemiluan, termasuk bagaimana mengenali dan menyikapi potensi pelanggaran pemilu,” ujar Yesi Mayasanti.

Menurutnya, pemahaman tersebut diharapkan tidak hanya menambah wawasan mahasiswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk ikut mengawal proses demokrasi agar berjalan secara jujur dan berintegritas.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Sambas, Dr. Henny Yusnita, S.Sos.I., M.Hum., memberikan materi mengenai pemilih pemula.

Ia menjelaskan, mahasiswa baru yang masuk dalam kategori pemilih pemula memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam menentukan arah demokrasi melalui penggunaan hak pilih secara bertanggung jawab.

“Menjadi pemilih bukan hanya tentang memberikan suara, tetapi juga memahami proses pemilu, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, serta ikut mengawal agar demokrasi berjalan dengan baik,” jelas Henny Yusnita.

Menurutnya, generasi muda perlu memiliki sikap kritis terhadap informasi yang berkaitan dengan kepemiluan. Hal tersebut penting agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru dan dapat menentukan pilihan berdasarkan pengetahuan yang memadai.

Bawaslu Kabupaten Sambas menilai lingkungan perguruan tinggi menjadi salah satu ruang strategis untuk memperluas pendidikan kepemiluan. Mahasiswa tidak hanya diposisikan sebagai pemilih, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu berharap mahasiswa dapat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara sekaligus memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar