Pojokkatanews.com - Penanganan kebakaran hutan dan lahan
(karhutla) di kawasan gambut Kabupaten Sambas terus dilakukan dengan berbagai
metode. Salah satunya melalui uji coba penggunaan cairan khusus X-Fire untuk
mempercepat pemadaman sekaligus mencegah bara api kembali muncul dari dalam
gambut.
Uji coba tersebut dilakukan tim gabungan di Desa Sungai
Nilam, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Minggu (13/9/2026). Tim terdiri dari
Satsamapta Polres Sambas, BKO Brimob Mabes Polri, TNI, Masyarakat Peduli Api
(MPA), BNPB serta sejumlah instansi terkait.
Aksi pemadaman dan pendinginan dipimpin langsung Kasat
Samapta Polres Sambas, Iptu Andri. Puluhan personel diterjunkan untuk melakukan
pembasahan pada dua titik karhutla dengan indikasi sedang.
Dalam pengujian tersebut, tim membandingkan efektivitas
pemadaman menggunakan air biasa dengan air yang telah dicampur cairan X-Fire.
Area uji dibagi menjadi dua bagian dengan luas masing-masing sekitar 200 meter
persegi.
Pada area pertama, petugas menggunakan 200 liter air biasa.
Sementara area kedua mendapatkan volume air yang sama, namun telah dicampur
dengan formulasi X-Fire.
Iptu Andri mengatakan hasil pengamatan menunjukkan adanya
perbedaan kondisi lahan setelah dilakukan penyiraman. Campuran X-Fire dinilai
lebih mampu meresap ke pori-pori tanah gambut sehingga membantu proses
pemadaman dan pendinginan.
“Hasil uji coba ini menunjukkan adanya perbedaan kondisi
permukaan lahan. Penggunaan cairan X-Fire dinilai lebih efektif dalam proses
pemadaman dan pendinginan dibandingkan air biasa,” ujar Iptu Andri.
Menurutnya, hasil pengujian tersebut akan menjadi bahan
evaluasi untuk mendukung strategi penanganan karhutla, terutama pada wilayah
yang memiliki karakteristik gambut dalam dan rawan menyimpan bara api di bawah
permukaan.
Sementara itu, Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo melalui
Kasi Humas Polres Sambas, AKP Sadoko Kasih Wiyono, mengatakan uji coba
dilakukan untuk mencari metode yang lebih efektif dalam menangani kebakaran di
lahan gambut.
Karakteristik gambut membuat penanganan karhutla memiliki
tantangan tersendiri. Api dapat terlihat padam di permukaan, namun bara masih
bertahan di lapisan bawah dan berpotensi kembali menimbulkan asap maupun api.
“Penggunaan X-Fire diuji dengan membandingkannya secara
langsung terhadap pemadaman menggunakan air biasa. Langkah ini dilakukan untuk
melihat sejauh mana efektivitas metode dalam memutus rantai api dan melakukan
pendinginan di dalam struktur lahan gambut,” kata AKP Sadoko.
Setelah penyiraman, tim melakukan pemantauan terhadap
kondisi suhu dan permukaan lahan secara berkala. Berdasarkan hasil pengamatan
awal, area yang menggunakan campuran X-Fire dinilai mampu menekan kenaikan suhu
dan mencegah munculnya asap dari dalam gambut.
Uji coba tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu
alternatif dalam memperkuat penanganan karhutla di wilayah gambut Kabupaten
Sambas. Hasil evaluasi selanjutnya akan menjadi pertimbangan untuk menentukan
efektivitas penggunaan metode tersebut dalam penanganan karhutla di lapangan.
(Run)

0 Komentar