Ketua MUI Sambas: Adab Harus Diutamakan dalam Tradisi Pernikahan Melayu


Pojokkatanews.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sambas, Dr. Sumarin, S.E.I., M.E.I., menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena joget yang dilakukan saat pembacaan Asrokol atau Maulid Barzanji di majelis tarup pada acara pernikahan. Menurutnya, tradisi tersebut merupakan bagian dari penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW yang seharusnya dijaga kesakralannya.

Pernyataan itu disampaikan Sumarin menyusul maraknya tayangan video di media sosial yang memperlihatkan adanya tarian atau joget ketika pembacaan syair pujian kepada Nabi berlangsung di sejumlah acara pernikahan.

"Saya sangat prihatin melihat ada orang yang bersikap demikian di majelis yang selama ini dimuliakan dalam adat Melayu Sambas," ujar Sumarin, Senin (20/7/2026).

Ia menilai, tindakan tersebut tidak mencerminkan penghormatan terhadap tradisi keagamaan maupun nilai-nilai budaya Melayu yang selama ini menjunjung tinggi adab. Menurutnya, pembacaan Asrokol merupakan bagian dari Maulid Barzanji yang berisi pujian kepada Rasulullah SAW, sehingga tidak selayaknya disertai dengan joget atau tarian.

"Melihat jagat maya yang diramaikan dengan pembacaan Asrokol atau bagian Maulid Barzanji disertai joget dan tarian di majelis tarup, saya merasa malu melihatnya. Padahal itu adalah bait-bait pujian kepada Nabi Muhammad SAW," katanya.

Sumarin mengingatkan bahwa adat Melayu memiliki prinsip yang erat dengan nilai kesopanan dan penghormatan terhadap syariat Islam. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat mempertahankan tradisi yang telah diwariskan tanpa mengurangi nilai-nilai adab yang menjadi identitas budaya Melayu.

"Adat Melayu mestinya mengedepankan adab. Mudah-mudahan kita semua bisa menjaga budaya yang baik sekaligus meningkatkan adab dalam kehidupan bermasyarakat," tutupnya.(Run)

 

Posting Komentar

0 Komentar