Wabup Heroaldi Ungkap Capaian LKPJ 2025, IPM Sambas Tertinggi di Kalbar


Pojokkatanews.com - Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi menyampaikan penjelasan terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna bersama DPRD Kabupaten Sambas, Senin (30/3/2026).

Rapat yang digelar di ruang sidang DPRD tersebut menjadi momentum evaluasi kinerja pemerintah daerah sepanjang tahun anggaran 2025. Dalam pemaparannya, Heroaldi menegaskan bahwa pelaksanaan pemerintahan daerah memiliki peran strategis sebagai tolok ukur capaian pembangunan.

Ia menjelaskan, arah pembangunan Kabupaten Sambas pada 2025 mengusung tema peningkatan ekonomi inklusif, daya saing daerah, serta kualitas sumber daya manusia menuju daerah yang berkemajuan. Fokus kebijakan diarahkan pada sektor pertanian, perluasan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta penguatan kualitas SDM.

“Dari sisi fiskal, Pemerintah Kabupaten Sambas mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp2,08 triliun atau 97,74 persen dari target. Upaya peningkatan kemandirian fiskal terus didorong melalui optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), termasuk digitalisasi sistem pembayaran, pemberian stimulus pajak, serta penghargaan bagi wajib pajak,”katanya. 

Pendapatan tersebut dialokasikan untuk belanja daerah sebesar Rp2,05 triliun, yang mencakup belanja operasi Rp1,43 triliun, belanja modal Rp320,24 miliar, belanja tidak terduga Rp99,76 juta, serta belanja transfer Rp296,16 miliar.

Sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sambas meningkat menjadi 72,08 dan menjadi yang tertinggi di kabupaten se-Kalimantan Barat. Pertumbuhan ekonomi tercatat stabil di angka 4,74 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 4,91 persen.

Selain itu, jumlah desa mandiri mengalami peningkatan, indeks risiko bencana menurun, serta indeks reformasi birokrasi membaik hingga mencapai kategori BB. Di sektor infrastruktur, kondisi jalan mantap meningkat menjadi 74,45 persen, diiringi distribusi pendapatan yang semakin merata dengan indeks gini sebesar 0,293.

Pemerintah daerah juga mencatat keberhasilan dalam menekan angka kemiskinan serta menjaga kualitas lingkungan hidup dengan indeks mencapai 71,63 dalam kategori sedang.

“Capaian ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” Pungkasnya. (Red)


Posting Komentar

0 Komentar