Pojokkatanews.com - Pemerintah Kabupaten Sambas resmi menetapkan status siaga darurat sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman kemarau ekstrem tahun 2026 yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.
Keputusan ini diambil menyusul prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang memperkirakan wilayah Kalimantan Barat, termasuk Sambas, akan mengalami musim kemarau panjang mulai April hingga Oktober 2026.
Fenomena tersebut dipicu oleh El Nino dengan intensitas kuat yang berpotensi menurunkan curah hujan secara signifikan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sambas, Nisa Azwarita, membenarkan bahwa status siaga darurat telah diberlakukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.
“Berdasarkan prediksi BMKG, saat ini Kabupaten Sambas sudah dalam status siaga darurat untuk menghadapi potensi karhutla dan kekeringan,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, berbagai langkah pencegahan terus dilakukan secara intensif, termasuk pemantauan titik panas (hotspot) melalui aplikasi Sipongi dan BRIN, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
BPBD Sambas juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari Polres, Kodim, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), masyarakat peduli api, hingga perusahaan perkebunan sawit.
“Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak. Alhamdulillah, tim di lapangan solid dalam upaya pencegahan,” tambahnya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD bersama tim gabungan juga akan melaksanakan aksi pemadaman di lapangan.
“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan pemadaman bersama di Desa Lela,” ungkapnya.
Seiring dengan puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026, sejumlah risiko yang perlu diwaspadai antara lain meningkatnya potensi karhutla, kekeringan ekstrem, hingga krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta turut berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana. (Red)

0 Komentar