Pojokkatanews.com - Pemerintah Kabupaten Sambas mulai mempersiapkan pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Ir. H. Fery Madagaskar, M.Si, mewakili Bupati Sambas, di Aula Sayap Kiri Kantor Bupati Sambas, Kamis (5/3/2026).
Rapat ini menjadi langkah awal pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan pasar murah berjalan efektif dalam membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya.
Operasi Pasar Murah merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas, Drs. Hermanto, M.Si, mengatakan bahwa menjelang Ramadan dan Idul Fitri biasanya terjadi tren kenaikan harga bahan pokok di pasaran.
Menurutnya, kehadiran pemerintah bersama para mitra usaha menjadi bagian penting dalam menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
“Jelang Ramadhan dan Idul Fitri biasanya terjadi tren kenaikan harga bahan pokok. Karena itu pemerintah daerah perlu hadir di tengah masyarakat dengan menghadirkan solusi agar akses terhadap bahan pokok tetap tersedia dengan harga terjangkau. Kami juga mengajak seluruh mitra di Kabupaten Sambas untuk bersama-sama peduli terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Fery Madagaskar, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini berkontribusi dalam pelaksanaan program Operasi Pasar Murah.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 lalu sebanyak 13.353 paket sembako berhasil dihimpun dan disalurkan kepada masyarakat melalui program tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sambas, saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan para mitra. Pada tahun 2025, sebanyak 13.353 paket sembako berhasil dihimpun dan disalurkan kepada masyarakat, dan itu memberikan manfaat yang sangat besar,” katanya.
Fery berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan mitra usaha dapat terus ditingkatkan pada tahun 2026, terutama dari sisi jumlah paket sembako yang akan disediakan.
“Di tahun 2026 ini kita berharap kolaborasi yang baik ini terus terjalin, bahkan meningkat, terutama dalam jumlah paket yang akan disediakan. Hal ini sejalan dengan harapan Bupati Sambas agar semakin banyak masyarakat yang terbantu melalui program ini,” katanya.
Program ini juga merupakan implementasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2022 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP). Melalui kebijakan tersebut, pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak, termasuk dunia usaha, untuk berkolaborasi membantu masyarakat.
Rapat koordinasi ini diinisiasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas. Selain perangkat daerah terkait, kegiatan juga dihadiri unsur TNI, Polri, serta Kejaksaan yang diharapkan dapat memperkuat pengawasan agar program berjalan transparan dan tepat sasaran. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sambas turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah mitra usaha juga dilibatkan, mulai dari perusahaan perkebunan, perbankan, agen gas, SPBU hingga pelaku usaha perdagangan dan ritel di wilayah Kabupaten Sambas. (Red)
.jpg)
0 Komentar