Pojokkatanews.com - Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H memimpin langsung delegasi Pemerintah Kabupaten Sambas dalam pertemuan strategis bersama Ministry of Food Industry, Commodity and Regional Development (M-FICORD) Sarawak yang dipimpin Dato Sri Dr Stephen Rundi Utom. Senin (10/2/2026).
Bupati Sambas, Satono, menegaskan komitmen daerahnya untuk membangun kemitraan strategis di bidang pertanian, perdagangan komoditas, dan pengembangan kawasan perbatasan.
Ia memaparkan bahwa Sambas merupakan daerah agraris dan maritim dengan sejumlah komoditas unggulan seperti padi, jeruk, buah naga, lada, perikanan, hingga sektor pariwisata dan kerajinan yang terus berkembang. Berdasarkan data daerah, luas tanam padi di Sambas mencapai 68.422 hektare dengan produksi gabah lebih dari 205 ribu ton per tahun.
“Kabupaten Sambas memiliki posisi strategis di perbatasan Indonesia–Malaysia dengan potensi sumber daya alam dan pertanian yang besar. Melalui kerja sama ini, kami berharap terjadi pertukaran teknologi, peningkatan nilai tambah komoditas, serta terbukanya investasi yang saling menguntungkan bagi masyarakat Sambas maupun Sarawak,” ujar Satono.
Dalam pertemuan tersebut, Satono juga menyoroti rencana pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah Temajuk sebagai pintu masuk baru pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan. Menurutnya, pengembangan KEK akan mendorong hilirisasi komoditas lokal sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja.
“KEK Temajuk akan menjadi gerbang perdagangan baru sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan,” tambahnya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya konkret Pemerintah Kabupaten Sambas dalam memperkuat kerja sama lintas batas serta membuka peluang investasi di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Menteri M-FICORD Sarawak, Dato Sri Dr Stephen Rundi Utom, menyampaikan bahwa Kabupaten Sambas memiliki potensi besar di sektor pertanian dan komoditas regional. Ia menilai kolaborasi antara Sambas dan Sarawak dapat memperkuat rantai nilai pertanian melalui pertukaran teknologi, peningkatan kapasitas produksi, serta berbagi keahlian.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Sambas dalam mentransformasi wilayah perbatasan dari kawasan pinggiran menjadi beranda depan negara. Melalui kolaborasi internasional yang terarah, Pemkab Sambas menargetkan terbentuknya ekosistem ekonomi baru yang berdaya saing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua sisi perbatasan. (Red)
.jpg)
0 Komentar