Pojokkatanews.com - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sambas (BNNK) terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah perbatasan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi ke Pos Pengamanan Perbatasan (Pos Pamtas) TNI di Desa Aruk, Kabupaten Sambas, Kamis (05/02/2026).
Kegiatan koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Sambas Abdul Mutholib, S.H., didampingi Kepala Subbagian Umum BNNK Sambas, Robert P. Situmorang, S.Si., Apt. Koordinasi difokuskan pada penguatan sinergi dan kewaspadaan terhadap potensi masuknya narkotika melalui jalur perbatasan Indonesia–Malaysia.
Setelah melakukan koordinasi dengan jajaran TNI di Pos Pamtas Aruk, rombongan BNNK Sambas melanjutkan kegiatan dengan silaturahmi serta koordinasi bersama Kapolsek Galing beserta jajaran, sebagai bentuk penguatan kerja sama antarinstansi penegak hukum di wilayah perbatasan.
Kepala BNNK Sambas Abdul Mutholib menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi tersebut merupakan langkah strategis dalam mengantisipasi peredaran narkotika, mengingat Kabupaten Sambas memiliki wilayah perbatasan yang dinilai rawan terhadap aktivitas penyelundupan barang terlarang.
“Koordinasi ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antarinstansi dalam menghadapi potensi masuknya narkotika melalui jalur perbatasan Indonesia–Malaysia,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui koordinasi yang intensif, diharapkan seluruh pihak dapat bekerja sama dalam meningkatkan pengawasan serta memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika di wilayah Kabupaten Sambas.
“Dengan adanya koordinasi ini, kita menekankan pentingnya pengawasan bersama terhadap peredaran narkotika di Kabupaten Sambas,” katanya.
Menurut Abdul Mutholib, posisi geografis Sambas yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadikan wilayah ini memiliki kerawanan tersendiri terhadap peredaran narkotika lintas negara, sehingga diperlukan kewaspadaan dan sinergi yang berkelanjutan.
“Sambas merupakan daerah perbatasan, sehingga jalur yang dilalui kerap dimanfaatkan oleh pelaku untuk menjalankan aksinya. Karena itu, kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan,” tutupnya. (Run)
.jpg)
0 Komentar