Pojokkatanews.com - Tingginya harga pupuk masih menjadi persoalan utama yang dikeluhkan petani kelapa sawit di Kabupaten Sambas. Meski harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit saat ini berada di angka Rp3.220 per kilogram dan dinilai masih mampu menutup biaya produksi, mahalnya pupuk non-subsidi dinilai memberatkan petani dalam menjaga produktivitas kebun.
Harga TBS tersebut diterima petani saat menjual hasil panen ke pabrik pengolahan kelapa sawit, salah satunya PT Mitra Usaha Bersama (MUB). Seorang petani sawit di Sambas, Ramdi, mengatakan secara umum proses pembayaran dari pihak pabrik berjalan lancar.
“Harga TBS sekarang Rp3.220 per kilo di pabrik PT MUB. Tergantung ikut harga yang mana, tapi semua tetap dibayar,” ujar Ramdi, Senin (2/2/2026).
Namun demikian, Ramdi mengungkapkan masih terdapat perbedaan informasi harga antara yang disampaikan oleh pihak marketing perusahaan dengan harga yang ditetapkan oleh Dinas Perkebunan maupun tim penetapan harga TBS di tingkat provinsi. Kondisi tersebut kerap menimbulkan kebingungan di kalangan petani.
Meski ada perbedaan acuan harga, Ramdi menilai harga TBS saat ini masih cukup membantu petani dalam menutup biaya operasional kebun, seperti perawatan dan panen. Dengan kondisi tersebut, aktivitas ekonomi keluarga petani masih dapat berjalan dengan relatif baik.
“Untuk biaya produksi masih bisa tertutup. Dampaknya, ekonomi keluarga masih lancar,” katanya.
Di balik kondisi tersebut, persoalan tingginya harga pupuk masih menjadi beban tersendiri bagi petani sawit di Sambas. Ramdi menyebut sebagian besar petani menggunakan pupuk non-subsidi yang harganya terus mengalami kenaikan, sehingga berdampak pada biaya produksi kebun.
“Keluhan kami di pupuk. Kalau bisa harga pupuk diturunkan, karena kami pakai pupuk non-subsidi,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap ketersediaan dan harga pupuk bagi petani kelapa sawit, baik melalui kebijakan subsidi maupun pengawasan distribusi pupuk di lapangan. Menurutnya, keterjangkauan harga pupuk sangat berpengaruh terhadap produktivitas dan keberlanjutan usaha perkebunan sawit rakyat di Kabupaten Sambas. (Run)

0 Komentar