RUMAH TANGGA TEMPATNYA MITRA MORAL BAGI PASANGAN SUAMI ISTRI



Rumah tangga tidak hanya berfungsi sebagai tempat fisik di mana pasangan suami istri tinggal bersama-sama, tetapi sebenarnya merupakan tempat mitra moral yang penting di mana norma, nilai, dan etika dalam hidup berkeluarga diterapkan, diuji, dan direkonstruksi sepanjang perjalanan hidup bersama. Dalam hal ini, rumah tangga berperan sebagai mitra moral bagi pasangan, yaitu ruang di mana suami dan istri saling mendukung, memberikan kritik konstruktif, dan berkembang secara etis demi mencapai tujuan bersama untuk menciptakan keluarga yang harmonis, saling menghormati, dan berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan yang kuat.

Pemahaman ini tidak hanya terbatas pada aspek sosial dan budaya, namun saat ini telah banyak diteliti secara ilmiah dalam studi-studi modern yang menyoroti hubungan etis antara pasangan dalam rumah tangga dari beragam sudut pandang seperti psikologi hukum, fikih keluarga, dan kajian gender. Hasil-hasil penelitian ini memberikan kontribusi pada diskursus bahwa rumah tangga bukan hanya sekadar sebuah organisasi sosial, melainkan juga merupakan arena moral yang dinamis dan strategis.

 

Suami dan Istri sebagai Mitra Moral dengan Sinergi Peran dan Kesetaraan

 

Dona Salwa (2025) dalam studinya yang berjudul “Tinjauan Psikologi Hukum dan Gender terhadap Peran Suami Istri dalam Rumah Tangga” menekankan bahwa pembagian tanggung jawab dalam rumah tangga tidak hanya bersifat praktis, tetapi juga memiliki konsekuensi moral yang signifikan. Dengan menggunakan pendekatan normatif yang mengintegrasikan psikologi hukum dan sudut pandang gender, Salwa mengindikasikan bahwa tujuan dari keluarga yang ideal adalah terciptanya keharmonisan yang dihasilkan melalui kolaborasi yang adil dan saling melengkapi antara suami dan istri. Studi ini menyoroti pentingnya nilai-nilai moral dalam konteks rumah tangga yang harus difokuskan pada penghargaan terhadap kewajiban kolektif serta kolaborasi dalam menjalankan hak dan tanggung jawab individu. Rumah tangga diartikan sebagai lingkungan di mana komitmen moral setiap pasangan secara teratur diuji melalui aktivitas sehari-hari, mulai dari proses pengambilan keputusan sampai distribusi tanggung jawab.

Pendekatan ini berkaitan dengan pemikiran bahwa etika dalam rumah tangga tidak muncul dengan sendirinya, melainkan dikembangkan lewat komunikasi, saling pengertian, dan penghormatan terhadap peran masing-masing. Sebuah rumah tangga yang berhasil sebagai mitra moral adalah yang di mana pasangan suami istri bisa menyatukan tujuan dan pandangan mereka terkait nilai-nilai moral, sehingga tidak hanya menjalankan fungsi sosial dan ekonomi, tetapi juga menjadi tempat untuk belajar etika dalam hubungan antarpribadi.

 

Harmoni Moral di Tengah Tantangan Modern

 

Selma Larefa dan Siti Aisyah (2025) dalam karya mereka yang berjudul “Harmonisasi Peran Suami Istri dalam Rumah Tangga Modern: Perspektif Fiqh Keluarga” juga menekankan betapa pentingnya komunikasi, penghargaan terhadap nilai moral, serta kesetaraan peran di dalam rumah tangga modern. Mereka menyoroti bahwa dalam konteks kehidupan saat ini, tantangan seperti tekanan ekonomi, perubahan norma gender, dan tuntutan sosial budaya mengharuskan suami dan istri untuk merundingkan kembali peran moral dalam rumah tangga mereka agar tetap relevan tanpa mengorbankan nilai etika yang mendasar. Penelitian ini memandang moralitas dalam rumah tangga bukan sebagai hal yang tetap, melainkan sebagai proses adaptasi yang terus berlangsung seiring dengan dinamika kehidupan modern.

Dalam penerapan praktisnya, rumah tangga sebagai mitra moral memerlukan adanya dialog etis yang berlangsung terus-menerus di antara pasangan. Diskusi moral ini meliputi pengakuan terhadap harapan individu, kesadaran akan tanggung jawab bersama, serta kesediaan untuk menyesuaikan norma keluarga dengan perubahan yang terjadi di luar. Rumah tangga berfungsi sebagai wadah praktis di mana dialog etis dalam kehidupan sehari-hari dijalankan, dan merupakan tempat bagi pasangan untuk saling mengingatkan dan memperbaiki perilaku berdasarkan nilai-nilai moral yang sama.

 

Moralitas Rumah Tangga dalam Konteks Transformasi Peran

 

Selain itu, penelitian lain yang dilakukan oleh Lailan Nahari (2025) dalam karyanya yang berjudul “Peran Istri yang Bekerja dalam Keluarga: Analisis Maslahat Menuju Keseimbangan Tradisi dan Kebutuhan Keluarga” menunjukkan bahwa perubahan peran perempuan berpengaruh pada struktur moral dalam keluarga. Penelitian ini mengamati cara partisipasi istri dalam sektor ekonomi dan publik mendorong pasangan untuk merundingkan ulang pembagian tanggung jawab moral di rumah, sehingga kedua belah pihak memperhitungkan baik kebutuhan finansial maupun kewajiban moral di lingkungan domestik.

Hasil ini mengindikasikan bahwa etika dalam sebuah keluarga juga berhubungan dengan pengertian akan keuntungan bersama, di mana prinsip moral yang lama tidak perlu bertentangan dengan perubahan peran selama terdapat kesepakatan etis yang jelas antara suami dan istri. Perubahan ini menekankan bahwa rumah tangga adalah wilayah etis yang adaptif namun tetap bertanggung jawab dalam menyesuaikan peran serta fungsi, sambil tetap memegang teguh nilai-nilai moral yang telah disepakati bersama.

 

Akhlak sebagai Fondasi Moral Rumah Tangga

 

Penelitian yang dilakukan oleh Laili Qotrunnada dan Siti Masyithoh (2025) berjudul “Peran Akhlak dalam Membangun Keharmonisan Rumah Tangga pada Era Modernisasi Moral”, analisis moralitas dalam konteks rumah tangga dilakukan melalui berbagai nilai akhlak, termasuk kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan tanggung jawab. Penelitian ini menekankan bahwa nilai-nilai moral yang bersifat tradisional masih memiliki relevansi yang kuat dalam menghadapi perubahan sosial yang modern, karena akhlak berperan sebagai dasar etika dalam interaksi antara pasangan.

Rumah tangga, diungkapkan dalam konteks ini sebagai tempat eksperimen etika di mana pasangan berlatih untuk menyerap nilai-nilai moral dengan cara yang konsisten melalui reaksi mereka terhadap berbagai tantangan dalam kehidupan bersama. Penerapan nilai-nilai etika dalam keluarga menunjukkan bahwa moralitas bukan hanya sekedar konsep, melainkan manifestasi dari tindakan nyata sehari-hari yang mencerminkan pengabdian moral pasangan satu sama lain serta terhadap anggota keluarga.

 

Rumah Tangga sebagai Pendidikan Moral dan Reproduksi Nilai

 

Secara keseluruhan, menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran moral yang lebih besar sebagai tempat untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada generasi yang akan datang. Nilai-nilai yang diterapkan oleh pasangan suami istri, seperti saling menghormati dalam komunikasi, pembagian tanggung jawab yang seimbang, dan penyelesaian konflik dengan cara yang etis, diteruskan kepada anak-anak sebagai contoh perilaku moral. Dalam konteks ini, keluarga tidak hanya mempengaruhi moral individu pasangan, tetapi juga berfungsi sebagai fondasi dalam mengembangkan karakter moral anak dan anggota keluarga lainnya.

 

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, lingkungan rumah tangga dianggap sebagai ruang moral yang vital, di mana interaksi antara suami dan istri melibatkan aspek fungsional dan etis. Penelitian terkini yang dilakukan oleh Dona Salwa (2025), Selma Larefa & Siti Aisyah (2025), Lailan Nahari (2025), serta Laili Qotrunnada & Siti Masyithoh (2025) mengungkapkan bahwa hubungan antara suami dan istri dalam konteks rumah tangga berfungsi sebagai kemitraan moral, di mana nilai-nilai moral didiskusikan, disetujui, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai reaksi terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan budaya.

Rumah tangga yang sukses bukan hanya sekadar tempat tinggal yang nyaman secara fisik melainkan sebuah lingkungan di mana pasangan suami istri saling mendukung secara moral, mengembangkan diri dengan nilai-nilai etis, serta membangun sebuah atmosfer nilai yang positif untuk pertumbuhan keluarga yang utuh. Keluarga ini bukan hanya harmonis secara struktur, tetapi juga memiliki martabat moral yang tinggi.

 

Penulis : Dr. Asman, M. Ag, Dosen Fakultas Hukum Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS)

 

Posting Komentar

0 Komentar