Kelangkaan LPG 3 Kg di Sambas Mulai Teratasi, Pemkab Awasi Distribusi

Pojokkatanews.com - Pemerintah Kabupaten Sambas memastikan tambahan pasokan LPG 3 kilogram dari Pertamina pada Januari 2026 dinilai cukup untuk meredam kelangkaan yang sempat terjadi di sejumlah wilayah. Tambahan pasokan tersebut diharapkan mampu menstabilkan ketersediaan gas subsidi di tingkat masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas, Suparno, mengatakan total tambahan LPG 3 kilogram yang masuk ke wilayah Kabupaten Sambas sepanjang Januari 2026 mencapai 26.880 tabung.

“Untuk penanganan kelangkaan, Pertamina memberikan extra dropping pada tanggal 15 sampai 17 Januari sebanyak 16.800 tabung. Kemudian ditambah penyaluran fakultatif pada tanggal 16 Januari sebanyak 10.080 tabung. Jadi total keseluruhan tambahan pasokan sebanyak 26.880 tabung,” ujar Suparno, Senin (18/01/2026).

Menurut Suparno, jika mengacu pada perhitungan kebutuhan yang dimiliki pemerintah daerah, jumlah tambahan tersebut dinilai telah mencukupi kebutuhan masyarakat Sambas untuk sementara waktu.

“Kalau berdasarkan hitungan kebutuhan, tambahan pasokan ini cukup. Kemarin juga sudah kita sampaikan ke Pertamina bahwa seluruh wilayah Kabupaten Sambas membutuhkan tambahan,” ucapnya.

Terkait wilayah yang paling terdampak kelangkaan sebelum tambahan pasokan diberikan, Suparno menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyampaikan kepada Pertamina bahwa hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Sambas mengalami peningkatan kebutuhan LPG 3 kilogram.

“Bukan hanya satu atau dua wilayah, hampir seluruh wilayah kita sampaikan membutuhkan tambahan pasokan,” tambahnya.

Saat ini, Diskumindag Kabupaten Sambas masih melakukan pendataan lanjutan guna memastikan distribusi tambahan LPG tersebut tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pendataan tersebut mencakup agen dan pangkalan penerima, serta jumlah tabung yang disalurkan ke masing-masing pangkalan.

“Sekarang kami sedang menghimpun data dari agen, berapa jumlah tambahan yang diterima, serta ke pangkalan mana saja LPG tersebut didistribusikan,” ungkap Suparno.

Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari pengawasan pemerintah daerah untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan LPG subsidi, seperti penimbunan, penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET), maupun penyaluran kepada pihak yang tidak berhak.

Pemerintah Kabupaten Sambas berharap tambahan pasokan LPG 3 kilogram tersebut dapat menstabilkan ketersediaan gas subsidi di tengah masyarakat hingga akhir Januari 2026. Selain itu, evaluasi akan terus dilakukan agar kelangkaan serupa tidak kembali terulang pada bulan-bulan berikutnya. (Run)


Posting Komentar

0 Komentar