Pojokkatanews.com - Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) menggelar diseminasi proses produksi minyak kelapa sawit merah atau red palm oil (RPO) skala petani. Minggu (22/6/2025).
Diseminasi itu merupakan program Katalisator Kemitraan Berdikari Kemdiktisaintek 2024/2025, dirangkai dengan kunjungan mitra riset dari Koperasi Produsen Bumi Berkah Persada dan SMKN 1 Subah, Kabupaten Sambas.
Kegiatan itu dihadiri Direktur beserta unsur pimpinan, dan Tim Riset RPO Poltesa. Perwakilan anggota Koperasi Produsen Bumi Berkah Persada, guru-guru pembimbing, dan siswa-siswi dari SMKN 1 Subah, serta mahasiswa Poltesa.
Wakil Direktur I Poltesa, Budi Setiawan menyampaikan pentingnya inovasi dalam peningkatan nilai tambah komoditas pertanian.
"Kami sangat antusias menyambut kolaborasi ini, dengan adanya diseminasi proses produksi RPO, kami berharap dapat membuka wawasan baru bagi petani sawit di Sambas untuk menghasilkan produk yang lebih bernilai ekonomi dan sehat," ujarnya.
Budi menjelaskan, dimulai pemilihan tandan buah segar (TBS) yang berkualitas, teknik sterilisasi yang tepat, proses pengepresan menggunakan alat sederhana namun efisien.
"Hingga metode pemurnian untuk menghasilkan minyak sawit merah dengan kandungan gizi optimal seperti beta-karoten dan vitamin E," katanya.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi dan praktik terbaik dalam pengolahan RPO yang dapat diimplementasikan oleh petani lokal," ucapnya.
Ketua Tim RPO Poltesa, Hidayat Asta ingin memastikan inovasi dan teknologi RPO dapat digunakan petani. Pihaknya di Poltesa sangat antusias dan bangga menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas petani kelapa sawit.
"Melalui kegiatan diseminasi proses produksi minyak sawit merah (RPO) skala petani ini, kami ingin memastikan bahwa inovasi dan teknologi yang kami kembangkan dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut, Hidayat Asta menyebutkan bahwa ini merupakan program kolaborasi nyata antara koperasi, SMKN 1 Subah hingga akademisi di Poltesa.
"kunjungan dari Koperasi Produsen Bumi Berkah Persada dan SMKN 1 Subah merupakan bukti nyata kolaborasi yang erat antara akademisi, pelaku usaha, dan perguruan tinggi," ucapnya.
Pihaknya percaya, dengan penerapan metode produksi RPO yang efisien dan berkelanjutan, petani sawit di Sambas dapat meningkatkan nilai tambah dari hasil panen mereka, sekaligus menghasilkan produk minyak yang lebih sehat dan bernilai gizi tinggi.
"Harapan kami sangat besar. Kami berharap bahwa melalui diseminasi ini, para petani tidak hanya memahami teorinya, tetapi juga termotivasi untuk mengimplementasikan proses produksi RPO ini secara mandiri," ujarnya.
"Kami ingin melihat produk minyak sawit merah berkualitas tinggi hasil olahan petani Sambas dapat dikenal luas dan menjadi komoditas unggulan daerah," katanya," sambungnya.
Ditempat yang sama perwakilan Koperasi Produsen Bumi Berkah Persada Deny Septiandi mengungkapkan, apresiasinya atas inisiatif Poltesa. Menurutnya, pengetahuan tentang produksi RPO ini sangat relevan bagi anggota koperasi.
"Kami melihat potensi besar untuk meningkatkan pendapatan petani dengan mengolah sawit menjadi RPO. Ini adalah langkah maju menuju kemandirian ekonomi," katanya. (Run).

0 Komentar