Pemkab Sambas Kawal Persiapan Jemaah Haji 2027, Bupati Satono Tekankan Pelayanan Maksimal

Pojokkatanews.com – Pemerintah Kabupaten Sambas berkomitmen memastikan calon jemaah haji asal daerah tersebut mendapatkan pendampingan dan pelayanan maksimal menjelang keberangkatan ke Tanah Suci pada 2027 mendatang. Dukungan itu mencakup fasilitasi transportasi menuju Pontianak hingga pengawalan pemeriksaan kesehatan jemaah.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Sambas, Satono, saat membuka Bimbingan Manasik Haji Mandiri bagi Calon Jemaah Haji Keberangkatan Tahun 2027 di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Sambas, Senin (2/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Satono hadir bersama Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Kaharudin, Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sambas, Muhammad Yusuf, pimpinan KBIHU As-Salam, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sambas.

Bupati Satono mengatakan, persiapan keberangkatan haji tidak hanya menjadi tanggung jawab calon jemaah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

"Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkab Sambas akan memfasilitasi kebutuhan jemaah sesuai kewenangan daerah. Di antaranya penyediaan dan pengawalan transportasi domestik dari Kabupaten Sambas menuju Kota Pontianak, serta penjaminan pemeriksaan kesehatan jemaah secara intensif melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas," katanya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah siap mengawal seluruh proses persiapan agar calon jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan nyaman.

"Pemerintah daerah siap mengawal bapak dan ibu sekalian. Kita pastikan calon jemaah haji asal Kabupaten Sambas mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal melalui perangkat Dinas Kesehatan, serta kita fasilitasi mobilitas transportasi lokalnya agar jemaah dapat beribadah dengan tenang dan fokus," ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan KBIHU As-Salam, Wasli, mengingatkan bahwa persiapan menuju haji mabrur harus dilakukan sejak dini. Menurutnya, terdapat empat hal penting yang perlu diperhatikan calon jemaah, yakni kesiapan ilmu, ketahanan fisik, kecukupan finansial, dan penataan hati.

Ia berharap bimbingan manasik mandiri dapat menjadi bekal bagi calon jemaah untuk memahami rangkaian ibadah sekaligus mempersiapkan diri menghadapi berbagai kondisi selama berada di Tanah Suci.

Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sambas, Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa manasik mandiri juga menjadi langkah awal membangun kebersamaan dan komunikasi antarsesama calon jemaah.

Ia turut mengingatkan pentingnya percepatan penyelesaian dokumen administrasi haji. Sebab, meskipun keberangkatan dijadwalkan pada 2027, pemerintah Arab Saudi telah menerapkan kebijakan penyiapan dokumen dan penginputan data lebih awal.

Yusuf menegaskan, ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat istitha'ah, baik dari sisi fisik, kesehatan medis, maupun kemampuan finansial. (Run)

 

Posting Komentar

0 Komentar