Pojokkatanews.com – Pemerintah Kabupaten Sambas merancang program beasiswa pendidikan kedokteran bagi 10 putra-putri daerah melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Program ini disiapkan sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperkuat ketersediaan tenaga medis di Kabupaten Sambas.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Sambas, Satono, Selasa (27/10/2026). Pemerintah daerah tengah menjajaki kerja sama dengan Universitas Tanjungpura (Untan) untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda Sambas yang memiliki kemampuan akademik dan prestasi untuk menempuh pendidikan kedokteran.
“Saya berencana, mudah-mudahan APBD kita kuat. Kita sedang merancang kerja sama dengan kampus Untan. Terutama, saya ingin tahun depan ada putra-putri kita yang punya kemampuan intelektual dan prestasi, nanti kita kuliahkan,” ujar Satono.
Ia menjelaskan, program tersebut direncanakan menyasar 10 orang calon mahasiswa. Untuk memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran, Pemkab Sambas akan menyiapkan mekanisme seleksi dan verifikasi dengan melibatkan tim ahli.
“Saya canangkan 10 orang putra-putri Kabupaten Sambas kuliah di Untan, kedokteran, per semester dibiayai oleh APBD Kabupaten Sambas sampai dia selesai,” tegasnya.
Satono menekankan, proses seleksi harus dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kemampuan akademik dan kelayakan calon penerima. Dengan mekanisme tersebut, kesempatan menempuh pendidikan kedokteran diharapkan dapat diberikan kepada putra-putri daerah yang memenuhi persyaratan.
Selain menyiapkan calon dokter baru, Pemkab Sambas juga berencana mendorong peningkatan kualifikasi dokter yang saat ini bertugas di daerah tersebut. Salah satunya melalui fasilitasi pendidikan lanjutan bagi dokter umum agar dapat menempuh pendidikan spesialis.
“Kita dalam jenjang kerja sama dengan kampus lain, terutama menyangkut masalah spesialis. Saya ingin dokter umum di Sambas bisa difasilitasi untuk meningkatkan grade-nya sehingga bisa kuliah spesialis, nanti kita bantu juga,” ungkap Satono.
Menurutnya, keberadaan dokter spesialis dibutuhkan untuk mendukung pelayanan medis dengan penanganan yang lebih khusus. Karena itu, peningkatan kualifikasi dokter menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sambas.
Perhatian terhadap peningkatan kompetensi juga diarahkan kepada tenaga kesehatan yang belum menyelesaikan pendidikan sarjana. Pemerintah daerah mendorong agar mereka memperoleh kesempatan meningkatkan kualifikasi pendidikan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
“Kemudian untuk tenaga kesehatan yang mungkin belum S1, itu didorong untuk memenuhi kualitas kompetensi sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Satono mengatakan, pengembangan SDM kesehatan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menyiapkan calon dokter, membuka peluang pendidikan spesialis bagi dokter umum, hingga meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan lainnya.
Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap peningkatan kualitas pendidikan tenaga medis dapat berjalan seiring dengan perbaikan mutu pelayanan kesehatan. Dalam jangka panjang, putra-putri Sambas yang menempuh pendidikan kedokteran diharapkan dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis dan memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Meski demikian, program beasiswa kedokteran tersebut masih dalam tahap perencanaan. Pemkab Sambas perlu mematangkan kerja sama dengan perguruan tinggi, mekanisme seleksi penerima, serta menyesuaikan pelaksanaannya dengan kemampuan anggaran daerah.
Selain rencana beasiswa, fasilitasi pendidikan spesialis dan peningkatan kualifikasi tenaga kesehatan juga diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Sambas dalam memperkuat sektor kesehatan. (Run)

0 Komentar