Inovasi Berbasis Tanaman Lokal, Murid MAN IC Sambas Berprestasi di Tingkat Nasional


Pojokkatanews.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Sambas, Kalimantan Barat. Melalui inovasi penelitian berbasis potensi tanaman lokal, dua murid madrasah tersebut berhasil meraih Juara 3 atau Bronze Medal dalam Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan ABAK Academy di Yogyakarta, 19–22 Oktober 2026.

Prestasi tersebut diraih Mutiara Khalida Qairawani dan Nasyaqira Ajisya, murid kelas XII, melalui penelitian berjudul “Nephra Spice: Bio-Umami Bawang Dayak Kalimantan (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) sebagai Solusi Pencegahan CKD pada Remaja.”

Penelitian ini mengangkat potensi bawang Dayak, tanaman khas Kalimantan yang dikenal memiliki beragam senyawa bioaktif, sebagai bahan inovasi pangan dengan cita rasa umami. Gagasan tersebut memadukan kekayaan biodiversitas lokal dengan pendekatan penelitian ilmiah yang berorientasi pada isu kesehatan.

Melalui inovasi Nephra Spice, kedua murid berupaya mengeksplorasi pemanfaatan bahan pangan lokal dalam mendukung upaya pencegahan Chronic Kidney Disease (CKD) atau penyakit ginjal kronis pada remaja. Penelitian ini sekaligus menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap persoalan kesehatan dan potensi sumber daya alam yang dimiliki Kalimantan Barat.

Keberhasilan menembus kompetisi tingkat nasional hingga meraih medali perunggu merupakan hasil dari kreativitas, ketekunan, dan kerja keras kedua murid dalam mengembangkan gagasan penelitian. Proses tersebut juga mendapat pendampingan dari guru pembimbing, Nurhaliza, yang mengarahkan pengembangan riset hingga mampu bersaing di tingkat nasional.

Kepala MAN Insan Cendekia Sambas, Dedi, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian tim riset tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi madrasah sekaligus motivasi bagi murid lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya inovatif.

“Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi madrasah. Kami berharap keberhasilan ini dapat menginspirasi murid lainnya untuk terus menggali potensi lokal, mengembangkan penelitian yang berkualitas, dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan,” ungkapnya.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa murid MAN Insan Cendekia Sambas tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan mengembangkan gagasan kreatif melalui penelitian ilmiah. Potensi tanaman lokal seperti bawang Dayak dapat menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya inovasi yang bernilai dan berdaya saing.

Keluarga besar MAN Insan Cendekia Sambas turut menyampaikan selamat dan sukses kepada Mutiara Khalida Qairawani, Nasyaqira Ajisya, serta guru pembimbing Nurhaliza atas pencapaian tersebut. (Red)

 


Posting Komentar

0 Komentar