Petani di Pemangkat Rasakan Manfaat PM-AAS, Hasil Panen Padi Capai 8 Ton per Hektare

Pojokkatanews.com – Penerapan program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) mulai dirasakan manfaatnya oleh petani di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Melalui penerapan teknologi budi daya, penggunaan benih varietas unggul, serta dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), produktivitas padi di Kelompok Tani (Poktan) Dwi Mulya 1, Desa Lonam, Kecamatan Pemangkat, disebut mampu mencapai 6–8 ton per hektare.

Ketua Poktan Dwi Mulya 1, Nurdin, menyambut baik penerapan program PM-AAS yang dinilainya membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi.

“Program pertanian PM-AAS kami rasakan bisa mendongkrak produktivitas pertanian, di mana dalam satu hektare bisa menghasilkan padi sebanyak enam hingga delapan ton, sebelumnya berkisar enam ton saja,” kata Nurdin.

Menurutnya, penerapan sistem pertanian modern memberikan peluang bagi petani untuk mengelola lahan secara lebih efektif dan produktif. Dukungan teknologi juga membantu mengoptimalkan proses budi daya, mulai dari penanaman hingga panen.

Selain meningkatkan produktivitas, penggunaan alsintan dinilai memberikan manfaat dalam meringankan pekerjaan petani dan menekan biaya operasional selama proses produksi.

“Alhamdulillah, pertanian modern dan didukung kehadiran alsintan mulai dari penanaman hingga panen, memberikan dampak baik bagi masyarakat petani, karena menekan biaya produksi,” ujarnya.

Nurdin menjelaskan, mekanisasi pertanian menjadi bagian penting dalam mendorong peralihan dari pola pertanian konvensional menuju sistem yang lebih modern. Pemanfaatan peralatan pertanian membantu memperlancar tahapan pekerjaan sehingga pengelolaan usaha tani dapat berjalan lebih efisien.

Di samping itu, penggunaan benih varietas unggul turut mendukung upaya peningkatan hasil panen. Perpaduan benih berkualitas, penerapan teknologi budi daya, dan dukungan alsintan diharapkan mampu memberikan hasil yang lebih optimal bagi petani.

Bagi Nurdin, peningkatan produktivitas yang disertai efisiensi biaya produksi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha pertanian. Hasil panen yang lebih baik diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani.

Ia berharap program PM-AAS terus dikembangkan dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya petani di Desa Lonam, Kecamatan Pemangkat, serta wilayah lain di Kabupaten Sambas.

“Melalui pemanfaatan teknologi dan dukungan sarana pertanian, petani diharapkan semakin mampu meningkatkan produktivitas lahan, menekan biaya produksi, serta memperkuat peran sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan daerah,” harapnya.

Menurutnya, keberlanjutan program pertanian modern menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertanian yang lebih produktif dan efisien, sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan di Kabupaten Sambas. (Run)

 

Posting Komentar

0 Komentar