Pojokkatanews.com - Sebanyak 31 Pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas mendapat kesempatan mengetahui lebih jauh profil kompetensi mereka setelah mengikuti asesmen dalam rangka seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Kabupaten Sambas Tahun 2026.
Feedback hasil asesmen tersebut dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Aset Daerah (BKPSDMAD) di Gedung Diklat BKPSDMAD Kabupaten Sambas, Rabu (7/10/2026).
Sebanyak 31 peserta mengikuti sesi feedback yang dibagi dalam enam kelompok. Masing-masing peserta kemudian berdiskusi secara daring bersama asesor untuk memperoleh penjelasan mengenai hasil asesmen yang telah mereka jalani.
Kegiatan tersebut menjadi lebih dari sekadar penyampaian hasil penilaian. Peserta diberikan gambaran mengenai profil kompetensi masing-masing, termasuk potensi yang menjadi kekuatan sekaligus bagian yang masih perlu dikembangkan.
Kepala BKPSDMAD Kabupaten Sambas, Agri Arisa, S.STP., M.Si., mengatakan feedback merupakan bagian penting dari proses asesmen karena peserta tidak hanya mengetahui hasil penilaian, tetapi juga memperoleh masukan yang dapat digunakan untuk pengembangan diri.
“Feedback uji kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama ini merupakan bagian penting dari proses asesmen. Melalui sesi ini, peserta mendapatkan masukan konstruktif dari asesor mengenai kekuatan yang dimiliki, area yang masih perlu dikembangkan, serta profil kompetensi yang meliputi kompetensi manajerial, sosial kultural, dan teknis,” ucapnya.
Menurut Agri, hasil feedback dapat menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat kemampuan dirinya secara lebih objektif. Dengan memahami kelebihan dan kekurangan, peserta dapat menentukan kompetensi apa saja yang perlu diperkuat ke depannya.
“Feedback ini membantu peserta untuk melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri. Mereka dapat mengetahui potensi dan kelebihan yang dimiliki sekaligus melihat aspek kompetensi yang masih perlu ditingkatkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil asesmen tidak semestinya berhenti sebagai dokumen penilaian. Data tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun program pengembangan aparatur, termasuk kebutuhan pelatihan maupun pengembangan karier.
“Hasil feedback tersebut dapat menjadi acuan bagi instansi maupun pegawai dalam menyusun rencana pengembangan, termasuk pengembangan karier dan kebutuhan pelatihan yang lebih spesifik sesuai dengan kompetensi masing-masing,” ungkapnya.
Agri mengatakan, proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sambas memperkuat penerapan sistem merit dalam manajemen ASN.
Menurutnya, pengisian dan penempatan pejabat pada jabatan strategis perlu mempertimbangkan kesesuaian kompetensi dengan standar jabatan yang dibutuhkan organisasi.
“Pada akhirnya, proses ini juga mendukung penerapan sistem merit, sehingga penempatan pejabat pada Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dapat dilakukan berdasarkan kesesuaian antara kompetensi yang dimiliki dengan standar kompetensi jabatan yang dipersyaratkan,” terangnya.
Melalui feedback tersebut, Pemerintah Kabupaten Sambas tidak hanya mendapatkan gambaran mengenai kompetensi para peserta seleksi, tetapi juga memiliki bahan untuk melihat kebutuhan pengembangan aparatur secara berkelanjutan.
Hasil asesmen diharapkan dapat mendukung pengelolaan talenta ASN dan pengembangan karier yang lebih terarah, profesional, serta sesuai dengan kebutuhan organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas. (Run)

0 Komentar