Pojokkatanews.com - Kebiasaan membaca tidak tumbuh dengan sendirinya, tetapi perlu dibangun sejak dini melalui lingkungan keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam mengenalkan buku, mendampingi anak memahami informasi, hingga membimbing penggunaan teknologi digital secara bijak.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Sambas, Izami, saat mewakili Bupati Sambas dalam kegiatan Pekan Gemar Membaca Provinsi Kalimantan Barat di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Bunda Literasi Kalimantan Barat, Ny. Erlina Ria Norsan, serta Ketua TP PKK Kabupaten Sambas, Hj. Yunisa.
Izami mengatakan, keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk mengenal dan membangun kebiasaan membaca. Karena itu, penanaman budaya literasi perlu dimulai melalui langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten di rumah.
“Budaya membaca perlu ditanamkan sejak dini, dimulai dari lingkungan keluarga. Kebiasaan sederhana, seperti membaca bersama anak dan menyediakan pojok baca di rumah, dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat baca secara berkelanjutan,” ujar Izami.
Menurutnya, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kecakapan memahami informasi, berpikir kritis, serta memanfaatkan teknologi digital secara bijak.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, pendampingan orang tua menjadi penting agar anak mampu memilah informasi dan menggunakan perangkat digital untuk hal-hal yang positif.
Dengan pendampingan yang tepat, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, memperluas wawasan, dan mengembangkan kreativitas anak. Oleh sebab itu, kebiasaan membaca perlu berjalan beriringan dengan kemampuan memahami dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab.
Izami juga menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam memperluas budaya literasi di tengah masyarakat.
Peran tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan membaca bersama, penyediaan bahan bacaan sesuai usia anak, hingga pendampingan dalam mengakses informasi melalui perangkat digital.
“Peran keluarga dan kader PKK sangat penting dalam membangun kebiasaan literasi di masyarakat. Jika dilakukan secara konsisten dan didukung oleh lingkungan yang positif, budaya membaca dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penguatan budaya literasi membutuhkan kolaborasi antara keluarga, kader PKK, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas akses terhadap bahan bacaan sekaligus menumbuhkan minat baca di berbagai lingkungan.
Melalui Pekan Gemar Membaca Provinsi Kalimantan Barat, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya literasi diharapkan semakin meningkat. Upaya ini menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, kritis, kreatif, dan mampu bersaing di masa depan.
Bagi Kabupaten Sambas, penguatan budaya membaca bukan hanya tentang meningkatkan minat terhadap buku, tetapi juga membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat yang dimulai dari rumah dan tumbuh di tengah masyarakat. (Run)
.jpg)
0 Komentar