Pojokkatanews.com - Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Sambas, Wahyudi, terus mengawal percepatan asesmen calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Asesmen dilaksanakan di Dusun Ujung Timur, Desa Parit Setia, Kecamatan Jawai, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi potensi dan jenis usaha yang ditekuni KPM sebagai dasar pengusulan bantuan pemberdayaan sosial ekonomi.
Wahyudi mengatakan, pengusulan bantuan melalui program PPSE disesuaikan dengan potensi wilayah serta usaha yang telah dijalankan oleh masing-masing KPM.
“Jenis usaha yang diusulkan kami sesuaikan dengan potensi wilayah dan usaha yang selama ini sudah ditekuni KPM. Dengan begitu, dukungan yang diberikan diharapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan dapat membantu mengembangkan usaha mereka,” ujar Wahyudi.
Berdasarkan hasil asesmen di Desa Parit Setia, sejumlah KPM memiliki potensi usaha di sektor pertanian dan perkebunan. Usaha tersebut meliputi budidaya ubi jalar, budidaya melon, serta perawatan kebun kelapa sawit.
Dalam pelaksanaannya, para KPM menunjukkan antusiasme terhadap program tersebut. Mereka berharap dukungan PPSE dapat membantu meningkatkan produktivitas usaha, memperluas peluang pengembangan usaha, serta menambah pendapatan keluarga.
Menurut Wahyudi, identifikasi potensi usaha menjadi bagian penting dalam proses asesmen agar pengusulan bantuan memiliki arah yang jelas dan mendukung keberlanjutan usaha para penerima manfaat.
“Kami berharap melalui program PPSE, KPM tidak hanya mendapatkan dukungan untuk mengembangkan usaha, tetapi juga semakin produktif dan mampu meningkatkan penghasilan keluarga. Karena itu, proses asesmen perlu dilakukan secara optimal agar potensi yang dimiliki dapat terpetakan dengan baik,” katanya.
Program PPSE diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mendorong KPM PKH membangun kemandirian ekonomi secara bertahap. Dengan usaha yang semakin berkembang dan pendapatan yang meningkat, keluarga penerima manfaat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan hidup secara lebih mandiri.
Kemandirian tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong graduasi KPM PKH, yakni kondisi ketika keluarga dinilai telah mampu meningkatkan kesejahteraan dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.
Wahyudi menegaskan, pengawalan asesmen terus dilakukan agar calon penerima manfaat yang diusulkan memiliki potensi usaha yang dapat dikembangkan sesuai ketentuan program Kementerian Sosial RI.
Melalui program ini, KPM diharapkan memiliki kesempatan untuk memperkuat usaha produktif, meningkatkan pendapatan, dan membangun masa depan ekonomi keluarga yang lebih baik. (Bil)
.jpg)
0 Komentar