Pojokkatanews.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)
Kabupaten Sambas terus memperkuat pendidikan demokrasi di kalangan generasi
muda. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menggandeng civitas
akademika Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS) melalui
kegiatan penyampaian informasi dan sosialisasi Kompetisi Debat Penegakan Hukum
Pemilu IV Tahun 2026, yang berlangsung di lingkungan kampus UNISSAS, Senin
(29/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu untuk
meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam memahami sistem kepemiluan, memperkuat
budaya demokrasi, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya
penegakan hukum dalam setiap proses pemilu.
Sosialisasi tersebut dihadiri langsung Ketua Bawaslu
Kabupaten Sambas, Yesi Mayasanti, bersama dua anggota Bawaslu, Henny Yusnita
dan Faskalis Thomas. Dari pihak UNISSAS hadir Wakil Dekan Fakultas Hukum
Nashirun, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara Zainal Amaluddin, Ketua Program
Studi Hukum Ekonomi Syariah Asman, serta para dosen dan mahasiswa Fakultas
Hukum.
Dalam kesempatan itu, Bawaslu Kabupaten Sambas memaparkan
secara rinci mekanisme Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu IV Tahun 2026.
Mulai dari persyaratan peserta, tahapan seleksi, tema besar yang diusung,
hingga jadwal pendaftaran dan persiapan pembentukan tim debat yang akan
mewakili perguruan tinggi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Sambas, Yesi Mayasanti, mengatakan
bahwa kompetisi tersebut tidak hanya berorientasi pada perlombaan semata,
tetapi menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan
berpikir kritis, menyampaikan argumentasi secara ilmiah, serta memperdalam
wawasan mengenai demokrasi dan penegakan hukum pemilu.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam
melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kualitas demokrasi
di Indonesia. Karena itu, kolaborasi antara Bawaslu dan kampus perlu terus
diperkuat melalui berbagai kegiatan edukatif.
"Melalui kegiatan ini diharapkan lahir berbagai gagasan
dan perspektif akademis yang dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan
pengawasan serta penegakan hukum pemilu," ujar Yesi.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Kompetisi Debat Penegakan
Hukum Pemilu merupakan implementasi dari arahan Bawaslu RI yang mendorong
terbangunnya sinergi dengan kalangan akademisi dalam meningkatkan literasi
demokrasi dan kepemiluan.
Melalui forum debat, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu
memahami regulasi kepemiluan, tetapi juga dapat memberikan solusi dan pandangan
kritis terhadap berbagai tantangan penyelenggaraan pemilu di masa mendatang.
Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Hukum UNISSAS, Nashirun,
menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bawaslu Kabupaten Sambas yang telah
memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkompetisi pada ajang berskala
nasional.
Ia menilai kompetisi debat menjadi sarana yang sangat baik
bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis, menyusun argumentasi
berbasis hukum, serta meningkatkan keterampilan komunikasi di depan publik.
"Kami menyambut baik kompetisi tersebut dan akan
menyiapkan mahasiswa terbaik untuk ikut berpartisipasi," Pungkasnya. (Red)

0 Komentar