KMKS Desak Askab PSSI Sambas Buka Suara soal Blacklist Pemain

Pojokkatanews.com - Polemik di dunia sepak bola lokal Kabupaten Sambas kian memanas. Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) secara tegas mendesak Askab PSSI Sambas untuk segera memberikan klarifikasi terbuka terkait beredarnya daftar hitam terhadap enam pemain lokal.

Kebijakan yang melarang para pemain tersebut tampil di berbagai turnamen antarkampung (tarkam) dinilai tidak transparan dan terkesan sepihak. Dampaknya, para pemain yang selama ini aktif berkompetisi di level lokal kini kehilangan ruang untuk berkembang.

Isu ini mencuat setelah sanksi terhadap enam pemain tersebut beredar luas di tengah masyarakat, terutama pasca bergulirnya Liga 4 Zona Kalimantan Barat. Namun hingga kini, alasan resmi di balik pemberian sanksi belum pernah dijelaskan secara terbuka.

Ketua Umum KMKS, Azwar Abu Bakar, menilai langkah yang diambil federasi sepak bola daerah itu tidak mencerminkan prinsip keadilan dalam pembinaan atlet.

“Kami melihat ada kejanggalan dalam proses pemberian sanksi ini. Jika memang ada pelanggaran, seharusnya disampaikan secara terbuka dengan mekanisme yang jelas. Pemain juga berhak mengetahui tuduhan serta diberikan ruang untuk membela diri,” tegasnya.

Menurutnya, kebijakan blacklist tanpa dasar aturan yang transparan justru berpotensi merugikan ekosistem sepak bola lokal. Alih-alih membina, langkah tersebut dinilai menghambat perkembangan pemain yang selama ini menjadi bagian dari kompetisi di daerah.

Hal senada disampaikan pengurus KMKS, Hebin. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak berpihak kepada pemain.

“Keputusan ini tidak adil. Para pemain berhak mendapatkan penjelasan yang jelas serta kesempatan untuk menyampaikan pembelaan,” ujarnya.

Kontroversi ini pun memicu reaksi luas dari masyarakat dan pecinta sepak bola di Sambas. Bahkan, muncul petisi daring di platform Change.org dengan tajuk ganti ketua askab sambas  sebagai bentuk kekecewaan publik terhadap kebijakan tersebut.

KMKS menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada penjelasan resmi dari pihak Askab. Mereka juga mendesak agar federasi membuka ruang dialog dengan para pemain yang terdampak serta meninjau ulang kebijakan yang dinilai merugikan tersebut.

Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, KMKS memperingatkan bahwa gelombang protes akan terus meluas sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan yang dianggap tidak adil bagi pemain lokal. (Red)


Posting Komentar

0 Komentar