Pojokkatanews.com - Bupati Sambas, Satono, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Seminar Internasional dan Upgrading Dai yang telah berlangsung selama tiga hari di Aula Utama Kantor Bupati Sambas. Kamis (9/4/2026).
Bupati Satono menekankan bahwa peran dai tidak lagi terbatas pada penyampaian ajaran agama di mimbar, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah, khususnya di kawasan perbatasan.
“Dai memiliki peran penting sebagai penggerak moral dan sosial masyarakat. Ilmu yang diperoleh selama kegiatan ini diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan dai sangat dibutuhkan untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam mendukung program pembangunan. Dengan pendekatan yang humanis dan adaptif, dai diharapkan mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
Satono juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang tetap konsisten mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga hari terakhir. Menurutnya, semangat tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan dai yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga responsif terhadap tantangan zaman.
“Ini menunjukkan komitmen kuat para dai untuk terus belajar dan berkembang. Kita berharap lahir dai-dai yang mampu menjawab tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal dan keagamaan,” tambahnya.
Penutupan kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Barat, Rudy Mahani Harahap, Wakil Bupati Sambas, serta jajaran pimpinan daerah lainnya.
Kegiatan yang dimulai sejak 7 April tersebut menjadi ruang bertemunya para dai dari berbagai daerah bahkan lintas negara, dalam rangka memperkuat kapasitas keilmuan sekaligus memperluas wawasan dakwah di tengah dinamika wilayah perbatasan. Mengusung tema Sinergitas Dai dalam Pembangunan di Wilayah Perbatasan Negara, forum ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari peran dakwah dalam pembangunan hingga penguatan ketahanan sosial masyarakat.
Dengan berakhirnya seminar ini, Pemerintah Kabupaten Sambas berharap sinergi antara dai dan pemerintah semakin kuat, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya dalam membentuk masyarakat yang religius, mandiri, dan berdaya saing di wilayah perbatasan. (Red)
.jpeg)
0 Komentar