Bupati Satono Dorong Perbatasan Jadi Ruang Produktif Kerja Sama Pangan

Pojokkatanews.com - Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis kawasan perbatasan terus didorong Bupati Sambas, H. Satono. Ia menilai, wilayah yang berada di garis terdepan negara harus mampu memainkan peran lebih besar, tidak hanya sebagai penanda kedaulatan, tetapi juga sebagai pusat produksi yang produktif.

Pernyataan tersebut disampaikan Satono saat menghadiri Seminar Internasional dan Upgrading Da’i yang diikuti perwakilan dari enam negara, Kamis (9/4/2026), di Aula Utama Kantor Bupati Sambas.

Menurutnya, posisi geografis Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan Malaysia merupakan peluang besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Dengan potensi sumber daya yang dimiliki, Sambas dinilai mampu menjadi salah satu kekuatan pangan di kawasan perbatasan.

Ia mengungkapkan, produksi beras Sambas pada 2025 mencapai sekitar 121.057 ton. Jumlah tersebut jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat yang berkisar antara 50 ribu hingga 60 ribu ton per tahun.

Kondisi surplus ini, lanjutnya, menjadi peluang strategis untuk memperluas peran daerah, termasuk membuka kemungkinan kerja sama pemenuhan kebutuhan pangan dengan wilayah negara tetangga, tentu dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku.

“Ini peluang yang harus dikelola dengan baik. Apalagi dalam situasi global yang tidak menentu, kerja sama antarwilayah yang berdekatan menjadi langkah yang logis,” ujarnya.

Satono juga mengajak seluruh pihak untuk mengubah perspektif terhadap kawasan perbatasan. Ia menegaskan bahwa perbatasan tidak semestinya dipandang sebagai garis pemisah semata, melainkan sebagai ruang interaksi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas hasil pertanian agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Menurutnya, penguatan sektor ini harus dilakukan secara bersama melalui sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, lembaga terkait, hingga petani sebagai pelaku utama.

Dengan langkah yang terarah dan kolaboratif, Sambas diyakini mampu memperkuat posisinya tidak hanya sebagai daerah perbatasan, tetapi juga sebagai salah satu penopang ketahanan pangan di tingkat regional. (Red)


Posting Komentar

0 Komentar