Pojokkatanews.com - Kenaikan harga kemasan plastik mulai dirasakan berat oleh pedagang kecil dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sambas. Lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir memicu kekhawatiran karena berdampak langsung pada biaya produksi dan harga jual.
Di tingkat distributor hingga grosir, harga berbagai jenis kemasan plastik dilaporkan naik secara merata. Kondisi ini membuat para pedagang harus memutar strategi agar usaha tetap berjalan, meski di tengah tekanan biaya yang semakin tinggi.
Rosi, salah satu pedagang sembako, mengaku mulai merasakan kenaikan harga tersebut sejak sepekan setelah maraknya pemberitaan konflik internasional. Menurutnya, hampir semua jenis kemasan mengalami kenaikan.
“Semua naik, dari botol sampai wadah makanan. Kenaikannya terasa sekali,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia mencontohkan, harga botol plastik sekali pakai untuk jualan jus buahnya naik hingga Rp20 ribu per lusin. Sementara itu, kemasan jenis thinwall yang biasa digunakan untuk lauk dan sayur bahkan mengalami kenaikan hingga Rp40 ribu.
Untuk menutup biaya tambahan tersebut, Rosi terpaksa menaikkan harga jual jus sebesar Rp2 ribu per botol. Meski demikian, ia tetap berusaha memberikan penjelasan kepada pelanggan agar tetap memahami kondisi yang terjadi.
Hal serupa juga diungkapkan Yanti, pedagang jajanan pasar keliling. Ia menyebut kenaikan harga plastik sebenarnya sudah mulai terjadi sejak sebelum Idulfitri atau sekitar awal Maret, dan kini semakin melonjak.
“Sekarang hampir dua kali lipat. Plastik kecil yang dulu Rp3 ribu jadi Rp6 ribu, yang sedang dari Rp5 ribu jadi Rp9 ribu,” ungkapnya.
Menurut Yanti, kenaikan harga bahkan masih terus berlanjut. Dalam satu hari saja, harga bisa kembali bertambah hingga Rp2 ribu. Situasi ini dinilai semakin memberatkan pedagang sekaligus berdampak pada daya beli masyarakat.
Para pedagang berharap harga kemasan plastik dapat segera stabil. Pasalnya, jika kenaikan terus berlanjut, bukan hanya pelaku usaha kecil yang terdampak, tetapi juga konsumen yang harus menanggung kenaikan harga barang kebutuhan sehari-hari. (Run)

0 Komentar