Pojokkatanews.com – Memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026, Polres Sambas membuka ruang dialog bersama sejumlah organisasi kepemudaan dan mahasiswa untuk membahas berbagai persoalan strategis di Kabupaten Sambas, mulai dari peredaran narkoba, judi online, kenakalan remaja hingga perlindungan anak.
Kegiatan silaturahmi dan dialog tersebut berlangsung di Mapolres Sambas, Rabu (28/10/2026), dengan melibatkan HMI, PMII, BEM STIKES, BEM Poltesa, dan PMKRI.
Kapolres Sambas, Sanny Handityo, mengajak kalangan mahasiswa memperkuat sinergi dengan kepolisian dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berdampak terhadap keamanan dan masa depan generasi muda.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Polisi Bersama Masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, bertukar gagasan, dan mencari solusi atas persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polisi Bersama Masyarakat, sekaligus menjadi ruang dialog untuk menyampaikan aspirasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat," ujarnya.
Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, Sanny juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Mahasiswa diharapkan terus mengembangkan kemampuan, menjaga kedisiplinan, serta mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Sejumlah persoalan menjadi perhatian dalam dialog tersebut. Di antaranya ancaman peredaran narkoba di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, maraknya judi online, penanganan perundungan dan kenakalan remaja, hingga kebutuhan fasilitas pembinaan anak dan perbaikan sarana pendidikan.
Selain itu, mahasiswa turut menyampaikan aspirasi terkait peningkatan kualitas pelayanan kepolisian serta perlunya pertemuan rutin sebagai wadah komunikasi untuk membahas persoalan daerah secara berkelanjutan.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolres menegaskan bahwa penyelesaian persoalan masyarakat membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pencegahan narkoba, misalnya, tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Sementara dalam penanganan anak yang berhadapan dengan persoalan hukum maupun sosial, pendekatan perlindungan, pendampingan, dan pembinaan harus menjadi perhatian utama.
Usulan pembentukan Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) serta pembentukan forum komunikasi rutin bersama mahasiswa juga menjadi salah satu aspirasi yang akan dibahas lebih lanjut dengan pihak terkait.
Melalui Kasihumas Polres Sambas, AKP Sadoko Kasih Wiyono, Kapolres menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi langkah untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan kalangan mahasiswa.
Aspirasi yang disampaikan diharapkan tidak berhenti sebagai diskusi, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi dan dasar dalam merumuskan langkah nyata untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat.
"Pemberantasan narkoba dan pencegahan judi online membutuhkan kepedulian bersama. Mahasiswa dapat mengambil peran melalui edukasi, sosialisasi, serta penyampaian informasi kepada kepolisian apabila mengetahui dugaan tindak pidana. Sinergi tersebut penting untuk melindungi generasi muda, khususnya di wilayah perbatasan Kabupaten Sambas," jelas Sadoko.
Polres Sambas juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memanfaatkan layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kejadian yang memerlukan kehadiran petugas. (Run)
0 Komentar