Pembukaan MTQ berlangsung meriah dengan dihadiri Wakil
Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi, Sekretaris Daerah Sambas Fery Madagaskar,
unsur Forkopimda, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama,
tokoh masyarakat, serta ribuan warga dari berbagai desa di Kecamatan Jawai.
Bupati Sambas H. Satono menyampaikan penghargaan kepada
seluruh panitia, pemerintah kecamatan, dan masyarakat yang telah berkontribusi
menyukseskan penyelenggaraan MTQ.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang
telah bekerja keras. Pelaksanaan dan penataan MTQ di Kecamatan Jawai ini sangat
baik. Bahkan suasananya sudah seperti pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten,” kata
Satono.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar
ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan
serta membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
“MTQ merupakan momentum yang sangat penting untuk
mengokohkan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah insaniyah. Melalui kegiatan ini kita
memperkuat persatuan, kebersamaan, dan semangat membangun daerah,” ujarnya.
Selain nilai spiritual, Satono juga menyoroti dampak ekonomi
yang muncul dari penyelenggaraan MTQ. Menurutnya, kegiatan yang menghadirkan
banyak peserta dan pengunjung turut memberikan manfaat bagi pelaku usaha kecil
dan menengah di sekitar lokasi acara.
“MTQ memang agenda keagamaan, tetapi dampak ekonominya juga
sangat terasa. Kehadiran masyarakat dari berbagai desa membuka peluang bagi
pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan mereka,” katanya.
Ketua LPTQ Kabupaten Sambas, Ir. H. Hasanusi, M.M., turut
memberikan apresiasi atas kesiapan panitia dan dukungan masyarakat yang dinilai
mampu menghadirkan pelaksanaan MTQ yang megah dan tertata dengan baik.
Sementara Ketua Panitia Pelaksana, Nanang Kurniawan, S.Sos.,
mengungkapkan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini mencatat sejarah baru dengan
jumlah peserta terbanyak sejak pertama kali digelar di Kecamatan Jawai.
“MTQ ke-33 tingkat Kecamatan Jawai tahun 2026 diikuti
sebanyak 217 peserta yang berasal dari 13 desa. Mereka akan berkompetisi pada
sembilan cabang perlombaan yang telah dipersiapkan panitia,” ujarnya.
Menurut Nanang, tingginya jumlah peserta menjadi bukti
meningkatnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mempelajari dan
mencintai Al-Qur’an. ( Red)
.jpg)
0 Komentar