Pojokkatanews.com - Upaya meningkatkan produktivitas padi melalui teknologi dan modernisasi pertanian terus dilakukan di Kabupaten Sambas. Salah satunya melalui kegiatan pengubinan tanaman padi dalam rangka penerapan PM-AAS di Dusun Simpuan, Desa Singaraya, Kecamatan Semparuk.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Barat, Anjar Suprapto, S.T.P., M.P., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama petugas BPS, Ketua BP Sahabat Lumpur, Poktan Usaha Baru dan Penyuluh Pertanian Lapangan.
Anjar mengatakan, pengubinan dilakukan untuk mengetahui produktivitas tanaman sekaligus melihat hasil penerapan teknologi pertanian di lapangan.
“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengetahui produktivitas tanaman padi sekaligus mengevaluasi hasil penerapan teknologi dan modernisasi pertanian di tingkat lapangan.”
Pengubinan dilakukan pada tanaman padi varietas Inpari 32 dengan susunan rumpun 18 × 8. Dari hasil pengukuran dan penimbangan sampel, diperoleh berat ubinan 5,24 kilogram.
Sementara berdasarkan realisasi panen di lapangan, produksi padi mencapai 8,1 ton.
Menurut Anjar, pengubinan juga memiliki peran penting dalam menghasilkan data produktivitas pertanian yang akurat.
“Kolaborasi antara petugas teknis, BPS, penyuluh, dan pelaku utama pertanian diharapkan dapat mendukung tersedianya data produksi padi yang lebih baik.”
Ia berharap penerapan modernisasi pertanian terus berkembang sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Hasil panen Inpari 32 di Desa Singaraya menjadi salah satu gambaran potensi pertanian padi di Kabupaten Sambas yang masih dapat terus dikembangkan melalui penerapan teknologi pertanian yang tepat.
Kegiatan pengubinan tersebut juga dihadiri petugas Badan Pusat Statistik Firman dan Ketua BP Sahabat Lumpur, Hajat Sudrajat serta Poktan Usaha Baru serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Simpuan. (Bil)
.jpeg)
0 Komentar