Hari Tani, Petani Sambas Minta Teknologi Pertanian Terus Diperkuat

 

Pojokkatanews.com - Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September menjadi momentum bagi petani di Kabupaten Sambas untuk menyampaikan harapan terhadap masa depan sektor pertanian.

Heri, petani asal Desa Serunai, Kecamatan Salatiga, mengatakan pertanian Sambas memiliki peluang besar untuk terus berkembang apabila diiringi dukungan teknologi dan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan petani.

Menurutnya, perkembangan teknologi pertanian saat ini dapat membantu petani bekerja lebih cepat, efisien dan meningkatkan hasil produksi. Karena itu, penggunaan alat dan mesin pertanian perlu terus diperluas hingga ke tingkat kelompok tani.

“Sekarang pertanian sudah semakin berkembang. Kita sebagai petani juga harus mengikuti teknologi supaya pekerjaan lebih ringan dan hasilnya bisa meningkat,” kata Heri, Kamis (24/9/2026).

Ia berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan alat pertanian, tetapi juga memastikan petani mendapatkan pendampingan dalam penggunaannya. Dengan begitu, teknologi yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Heri juga menilai persoalan pengairan masih menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan pertanian di Sambas. Ketersediaan air sangat menentukan keberhasilan budidaya, terutama ketika petani menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Selain teknologi dan pengairan, ia berharap akses petani terhadap sarana produksi, bibit berkualitas dan pemasaran hasil pertanian semakin diperkuat.

“Yang paling penting petani jangan hanya didorong untuk meningkatkan produksi. Setelah panen juga harus diperhatikan, supaya hasilnya punya nilai dan petani bisa mendapatkan keuntungan yang layak,” ujarnya.

Heri berharap momentum Hari Tani Nasional menjadi pengingat bahwa pembangunan pertanian harus melibatkan petani sebagai pelaku utama. Menurutnya, program pertanian akan lebih tepat sasaran apabila disusun berdasarkan kebutuhan dan kondisi yang dihadapi petani di lapangan.

Ia juga mendorong generasi muda untuk mulai melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki peluang ekonomi. Menurutnya, dengan teknologi dan pengelolaan yang lebih modern, bertani tidak lagi identik dengan pekerjaan yang sepenuhnya mengandalkan tenaga manual.

“Anak muda jangan takut masuk pertanian. Sekarang sudah banyak teknologi yang bisa membantu. Kalau dikelola dengan baik, pertanian juga bisa menjadi usaha yang menjanjikan,” katanya.

Heri berharap dukungan terhadap petani terus ditingkatkan agar Kabupaten Sambas mampu mempertahankan perannya sebagai salah satu daerah penghasil pangan di Kalimantan Barat.

Baginya, kemajuan pertanian tidak hanya diukur dari luas lahan atau jumlah produksi, tetapi juga dari semakin sejahteranya petani dan munculnya generasi baru yang bersedia melanjutkan sektor pertanian. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar