Pelaksanaan Kick Off Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak dalam rangka Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 di Kabupaten Sambas mendapat apresiasi dari DPRD setempat. Ketua Komisi I DPRD Sambas, Anwari, yang juga legislator Partai Gerindra, menilai program tersebut sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sambas, H. Heroaldi Djuhardi Alwi, di Kantor BP3AP2KB Sambas, Kamis (30/4/2026), dinilai tidak hanya sebatas seremoni, tetapi memiliki dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengendalian angka kelahiran dan pencegahan stunting.

Menurut Anwari, peran bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di lapangan harus terus diperkuat, mengingat mereka berhadapan langsung dengan masyarakat, terutama ibu dan anak.

“Program KB serentak ini sangat positif karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ini juga sejalan dengan upaya menekan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah stunting,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sambas dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam menghadirkan layanan KB gratis, aman, dan berkualitas.

“Sinergi seperti ini perlu terus ditingkatkan agar layanan kesehatan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah,” katanya.

Anwari turut mendorong agar masyarakat, khususnya pasangan usia subur, dapat memanfaatkan program tersebut secara maksimal demi mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera.

“Kami di DPRD tentu mendukung penuh program yang berpihak pada masyarakat. Harapannya, target akseptor yang telah ditetapkan bisa tercapai,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, program KB serentak ini menargetkan lebih dari 1.300 akseptor di Kabupaten Sambas, dengan fokus utama pada pelayanan pasca persalinan.

Anwari berharap, melalui program ini kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga semakin meningkat, sehingga berdampak pada kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

“Yang terpenting adalah keberlanjutan program dan kesadaran masyarakat. Ini menjadi kunci dalam membangun keluarga yang berkualitas,” pungkasnya. (Red)